EKSPRESI
CINTA MASA MUDA :
PACARAN
?!
1.
Romantika dari Masa Ke masa
2.
Ini Dia Fase Romantis itu!
Jatuh
cinta
Pe
de Ka Te
J
a d i a n
Gaya
Pacaran Generasi Extravaganza!
3.
Masyarakat dan Legalitas Pre-marital sex
Bagian
2
EKSPRESI
CINTA MASA MUDA: PACARAN ?!
1.
Romantika dari Masa ke Masa
Dari jaman Baheula’
sampai sekarang yang namanya cinta
memang sudah ada. Kata
Mashabi, rasa cinta pasti ada pada makhluk yang
bernyawa
he..he..
Nggak ada salahnya ‘kan?
Manusia terutama yang
memiliki cipta rasa
dan karsa pasti jadi makhluk ciptaan Allah yang paling
bisa mengekspresikan
cinta. Fase romantis selalu nangkring dalam sejarah
kehidupan seseorang.
Bukan begitu ?
Kata A.H. Maslow dalam
Teori Psikologi Humanistiknya, manusia
memiliki beberapa
kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara bertingkat.
Seseorang akan
berajnjak pada fase kebutuhan yang lebih tinggi ketika telah
memenuhi kebutuhan
dasar yang sekarang. Kebutuhan fisiologis seperti
makan, minum, tempat
tinggal, termasuk kebutuhan untuk mencintai serta
memberi dan menerima
perhatian. Paling gampang dan wajar dalam kultur
masyarakat kita,
perasaan cinta dan perhatian itu diberikan pada lawan jenis.
Sejarah selalu meninggalkan
fase romantis dan cerita-ceritanya
yang terangkum apik.
Bahkan sejarah “pembunuhan” manusia pertama yang
dilakukan anak pertama
Adam, Qobil terhadap saudaranya habil juga
dilatarbelakangi
….CINTA!
Setiap peradaban
memiliki cerita romantis baik yang luhur maupun
yang menjijikkan
(seperti contoh kemesuman peradababn Yunani dan
Romawi di bab I).Mulai
dari Rama –Shinta, Layla Majnun,Romeo-Juliet yang
mati konyol he..he..,
Kisah Klasik Yunani-Romawi sampai cerita-cerita pop
masa kini. Cinta
selalu menjadi inspirasi bagi karya-karya besar pujangga
ternama sekelas
Gibran, misalnya. Ya… begitulah romantika dalam segala
bentuknya, gembira,
suka, harapan, permusuhan selalu ada unsur cinta
disana, The
power of Love, gitu judulnya lagunya Celine Dion.
Kita tidak sedang
bicara salah benar tentang cinta dibuku ini .Namun
lebih pada
merefleksikan diri terhadap perilaku diri sendiri dan perilaku
orang lain dan sekitar
terhadap satu naluri fithrah bernama….CINTA! bukan
begitu ?
Cara pengekspresian
cintanya kakek-nenek dan orang tua kita dahulu
mungkin berbeda dengan
kita atau teman-teman kita sekarang. Betapa
dahulu, para orang tua
cukup dengan pengekspresian yang lugu, penuh
dengan etika dan
pertimbangan norma. Dalam setiap perilaku mereka
terhadap lawan jenis.
Apakah denga
batasan-batasan itu mereka “kehilangan” fase romantis
mereka? Bukankah
ekspresi yang tidak terumbar menjadi sesuatu yang justru
dapat dinikmati ?
Menurut Hukum Gossen I , kenikmatan terhadap sesuatu
akan berkurang bila
kita terus menerus memenuhi kebutuhan akan sesuatu
tadi. Ibarat haus,
minum satu gelas aja udah nikmaaaat banget. Coba gelas
ke etiga, keempat,
waaaah pasti sudah nggak pengen lagi. Nah lo! Ini baru
awalan, Friends!
@@@@@@@@@
2.
Ini Dia Fase Romantis Itu !!!
Jatuh CINTA !!!!
Jatuh cinta
berjuta rasanya…..
Siapa bilang jatuh
cinta nggak bikin orang senang ? Apa yang paling asyik dirumpiin kalau nggak
topik ini ? Semua orang juga pernah !
Fitrah, Neng ! Ini dia
tahap pertama dari fase romantis seseorang (ABG,
remaja, bahkan nenek-
kakek juga bisa!)
Kenapa Sih
bisa jatuh Cinta ???
Jatuh cinta tuh nggak
pilih-pilih datengnya. Nggak cuma sama rang yang sudah akrab sebelumnya, tapi
juga sama makhluk yang kebetulan
lewat depan rumah atau
tempat kost atau lebih parah sama orang yang
kebetulan ketemu di
Mall ! Eleuh-Eleuh!
Orang bisa jatuh cinta
karena penampilan fisik, cuantiiiik , akeeep.
Atau bisa juga karena
kekaguman sama kepribadiannya. Ehmm….
Ini sih buat ABG
jarang! Atau karena sering interaksi. Biasanya para aktivis
nih!
Nih Prosesnya
Jatuh Cinta !
Pasti kalian pernah
doong merasa kuch-kuch hota hai sama seorang
(ngaku aja!) Pasti kalian ngalamin satu dari
beberapa proses
dibawah ini. Kan udah dibilang
katanyanya cinta muncul nggak pilih-pilih
tempat, ruang ,waktu.
First sight Love.
Cinta pandangan pertama. Ini yang sering
kejadian. Umumnya sih, sasaran pandanganya,ya.. wajah dong Dari mata turun ke
hati katanya. Gombal banget ya… tapi memang kejadian !
Persahabatan .
Tak kenal maka tak
sayang, tak saying aka tak cinta. Hhh… ya . gitu deh !
Ada lagi psikolog yang mengatakan , nggak ada
persahabatan antara lawan jenis !
Emang betul . Mulanya
biasa saja, suka ‘diskusi’-lah, Cuma temenan –lah, nggak ada apa –apa , kok! Lama-lama.. boleh juga
nih!
Hayooo
! Ngaku!!!
Prestasi .
Ini jarang lho! Abis kan nggak semua orang punya prestasi.
Apalagi buat para ABG
yang masih menganggap fisik itu nomer satu. Tapi, cewek-cowok pinter, smart biasanya memang
keluar inner beauty atau inner handsomenya sendiri. Bangga doong naksir
cewek-cowok berprestasi !
Glek!
Peran Pihak Ketiga.
Dicomblangin! Hayooo! Siapa yang pernah ? Bisa
juga karena nggak PD atau emang bener bener ‘dijodohin’ tapi kalau buat yang
tujuannya baik sih ok
aja. Apalagi kalau
pihak ketiga itu memang untuk tujuan yang mulia , menikah misalnya daripada
yang ketiga setan ?
Kalau cuman ‘nemenin’
pacaran ? ntar dulu. Katanya siih.. cinta model beginian biasanya terpaksa,
apalagi yang cumin iseng pacaran. He..he… Biasanya cinta para monyet Eh…cinta
monyet modelnya beginian.
Peran Media.
Persis kaya’ dibahas
dimuka . Biasanya dari chatting nih! Sama juga dengan surat-suratan. Dari sana jadi jatuh cinta!
Eleuh-eleuh!
Peristiwa tak terduga.
Wha kak-kak! Ini sih
sinetron banget, ya! Karena kesandung batu, mengalami sesuatu yang sama dan tak
terduga he..he.. ditolongin, trus jatuh cinta!
Wah gampang sekali
,ya!
Itu tadi beberapa
proses yang lagi jatuh cinta. Ada
lagi!
Perilaku
orang jatuh cinta.
Pernah liat kan ? atau pengalaman
pribadi? Kalau udah jatuh
cinta, mulailah rajin
cari info soal si Dia. Komentarnya juga macem-macem
dan kadang ennga’ pas : yang katanya si
Itu kaya’ Gunawan-lah, Si A kaya’
Hua Ce Lai- lah. Kaum adam? Jangan
salah ! mereka nyamainnya lebih
parah diem-diem suka
ngerumpi katanya cewek itu kaya’ Shancai, Britney
atau Christina
Aguillerra yang norak tapi (katanya) seksi ! Puih! Yang bener
aja ???!!!!
Orang jatuh cinta
emang bener-bener aneh. Yang biasanya pake’ apa aja PD, pas lagi jatuh cinta malah
jadi serba salah. Jadi senewen,
malu bahkan malu-maluin
tingkahnya. Cuman dikasih senyum sekilas aja
(padahal yang punya
senyum, sih cuman menganggap itu shodaqoh, nggak
lebih) senengnya bukan
main. Apalagi kalau sampai direspon, diajak ngobrol,
walah ! pasti
dipikiiiir sampai detil-detilnya. Sudah nggak peduli tadi
dibumbui atau rasa
asli. Bener-bener, Deh!
Pe - De - K - Te
Ehmm…. Perasaan itu
tadi (jatuh cinta) bisa jadi sama dengan
feeling-nya Sang Gebetan.
Setelah berusaha gerilya, cari tau sana-sini,
pada tahap inilah
dimulai usaha mandiri. Tahap ini yang membuat seseorang
jadi heroik. Gunung’kan kudaki, Laut
kusebrangi, akan kugendong rembulan,
kukantongi
bintang-bintang…. Ah, kalau bulan bisa ngomong ! (maka dia
akan ngomong : Gombal!
Dibohongin luuuu!)
Istilah kerennya
PeDeKaTe .Pendekatan. Apa yang beliaunya
suka pasti akan coba
dirasa suka. Empati gitu. Emang sih menurut teori
manajemen cinta ( tau’ deh
teori
siapa) cinta itu bermula dari suka, simpati,
kagum, empati, cinta,
ketergantungan (hiiiii…. Bisa juga jadi ‘menuhankan’).
Nah , di tahapan
pendekatan inilah mulai ada khayalan, analisis perasaan
suka, Plan A ,Plan B
buat bikin strategi paling jitu!
Bagi yang berani,
pendekatan akan dilakoni secara
“pemberani”.Bicara
terus terang sampai aksi gila-gilaan kalau perlu. Apalagi
dikomporin acara katakan
Cinta yang
ditayangkan RCTI. Mulailah atraksiatraksi penuh perjuangan PDKT
berlangsung.Anehnya, yang paling norak justru yang paling sukses.
Gila! Malu-maluin kan ? Padahal cuma buat
status yang boleh jadi nggak tahan lama sama sekali : PACAR !
Fase pendekatan-yang
sarat dengan hal-hal terbalik inimemang
membuat orang nggak
tanggung-tanggung. Perasaan empati itu
yang mendorong
seseorang untuk melakukan hal-hal yang sama dengan
sang pacar .padahal
boleh jadi hal-hal itu bikin sebel sebelumnya. Atau bisa
jadi tiba-tiba jadi
suka sama sesuatu yang bikin dia inget sama someonenya.
Yang diincar sama aja.
Jadi mulai luluh. Kata DEWA
Aku
bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku /
Beri
sedikit waktu biar cintadatang karena telah terbiasa….
Memang , cowok itu
menurut psikologi, lebih bersifat agresif,
penakluk, pantang
menyerah.sedang cewek kebalikannya, kalem, pasif. Tapi
jaman sekarang
sepertinya sama saja, ya? Banyak cewek-cewek yang
berjuang mati-matian
(muka tembok kalau perlu) untuk nyari perhatian dan
sekedar dapet ‘salam’
dari cowok gebetannya. Wadduh!
Wit ing
trisno jalaran soko kulina .
Terjemahan bebasnya,
tumbuhnya cinta karena biasa.
Karena tiap hari
dikirimin salam, ultah dikasih hadiah yang imut , mo’ bobo’ di SMS-in (
pengalaman temen nih !) , ujian dipinjemin catetan, pulang dianterin, Valentinan di
coklatin (he..he.. dikasih coklat maksudnya!) trus dikirimin kaset yang
romantis abis! Pokoknya yang begitu-begitulah! Pantang menyerah.Kalau sudah
begitu… Siapa yang tahaan godaannyaa????
Maunolak nggak enak
(udah terlanjur banyak pemasukan, sudah baiiik banget,
pakai pasang tampang
melas segala!). Mau diterima padahal engga’ selera
(kaya’ donat aja).
Padahal terlanjur digosipin sana-sini. Suporter dan para
comblang juga nggak
kalah semangatnya…. Udahlahh…jelek-jelek dia tajir
lhooo! Gitu komentar salah
satu temen . (yang model begini, nih, pasti kalau
kalian jadian minta
ditraktir! ) Ya udah… DITERIMA ! Yess!
JADIAN
Inilah moment penuh
sejarah itu! Dimana sebuah janji diucapkan.
Tiga kata, judul
lagunya Kafein. I love You, Abdi Bogoh ka Anjeun, Ana
Uhibbuki,
dan
lain-lain. Sukses PDKT, ada respon, jadian deh!
Mulai deh nyaingin
jadi suami istri aja. Macam-macam ekspresinya.
Kata yang
berpengalaman, orang jadian tuh seperti punya kedekatan
emosional, bumbunya
ya.. romantisme lah! Kata teman, dia merasa
menemukan soulmate
alias
belahan jiwa (iddih segitunya!) karena ada ngedengerin
curhat-curhatnya, nurutin maunya selama nggak yang ngeresngeres ( emang bisa ngasih
jaminan ?) Mau ngertiin perasaannya (hik! Hik!)
Iya , deh! Cup! Cup!
Pasangan yang baru
jadian, biasanya so cool banget. Manja, gandengan tangan. Persis di film-film India, Korea dan sinetron-sinetron
remaja kita yang having
fun abis!
(dasar generasi fun,food and fashion!)
Sudah bukan
rahasia-rahasiaan lagi. Sudah punya status, Boo’ ! Si
A
pacarnya Si B, Lhoo! Satatusnya P A C A R ! Cuma pacar.
Mulailah aktualisasi
rasa cinta dan saling memiliki dua orang yang sedang kasmaran itu jadi konsumsi
publik juga. Dari mulai bergandengan tangan, boncengan sampai mepet, dan
berangkulan dimuka umum adalah gaya
biasa. Toh, emang mereka pacaran kok! Biasa kan ? Gitu aja kok repot
(pakai dibuat buku
segala!) Ini belum yang horor-horornya.
Aktualisasi rasa cinta
dan saling memiliki seseorang yang dicintai
untuk mendapatkan
perhatian dan penghargaan orang lain , menurut ilmu
psikologi, tercermin
dari perilaku-perilaku orang yang sedang berbahagia itu.
Pegangan tangan atawa
berangkulan dimuka umum seolah mengumumkan
bahwa mereka tak kan terpisahkan dan
mengekspresikan cinta mereka yang
hebat. Saling menjaga
dilambangkan dengan berusaha untuk tidak saling
menyakiti atau melukai
perasaan pasangannya. Kalau salah satunya
ngambek , pasti deh yang lain
uring-uringan buat nenangin ( alamak!) . Kalau
ketahuan ‘jalan
bareng’ cewek atau cowok lain, mulailah janji berbusa-busa
untuk tidak
mengulangilagi. Cemburu tanda cinta katanya. Lucu ya?? Emang
gitu katanya yang
namanya bumbu pacaran, jadian.
Habis gimana lagi ?
Pacaran sudah dinobatkan sebagai masa
indah dalam hidup
manusia dalam masyarakat pada umumnya. Lihat saj,
sewaktu mereka
merayakan hari ‘jadiannya’ . Rupa-rupa tingkahnya. Aada
yang dugem sampai pagi
sama pacarnya, ada yang dinner pakai dua lilin
(sok seleb and sok Barat), ada yang gila
sekaligus horor kaya’ kisah Bandung
lautan Asmara (pada ngerti kan?)
. laha wong katanya kalau tahu-tahu nikah
justru bikin tanda
tanya, je! Jamaknya ya, runtang runtung dulu, pacaran
dulu. Atau kalau sudah
dilamar ya.. pengkondisian dulu… gitu. Maaf lho, yang
kesindir..emang
sengaja.
Begitulah…. Aktifitas baku syahwat bertajuk
pacarnpun dimulai.Satu tahun duatahun….dan seterusnya.
Gaya
Pacaran generasi Extravaganza!
Ini dia biangnya!
Generasi bebas hambatan. Mau apa juga terserah. Mau slonong sana-sini nggak
pa-pa udah jadi pacar. Mau dilarang ortu ? backstreet!
Simak aja sok! Tapi inget Friend, ini
bukan untuk kalian nebak orangnya ya! Get a learn aja ! Ambil ibroh/
pelajarannya.
Cewek itu datang sambil
teriak histeris , “ZIR ( nama akrab penulis, red)
gimana
doong gue takut pregnant ! Gue belum
haidh
!” Ups! Memang kenapa si “TAM”???
Setelah agak tenang aku biarin aja dia cerita.
Ternyata
, si TAMI itu melakukan hubungan badan sama pacarnya secara nggak
sengaja
waktu mereka berdua aja disebuah ruang UKM(dikampus ini!)
Nggak
sampai horor . Cuma lepas baju atas aja ! ha?!!! Dan ini yang kedua kalinya!
Besoknya,
belum habis saya mikir teriakan histeris dan cerita horornya kemarin.
E… dia udah cengar-cengir ‘ Zir, nggak
kejadian! Alhamdulillah ya, zir!” ha?! Alhamdulillah ? untuk perbuatan kaya’
gitu ? Saya cuman senyum kecut. Bayak
taubat
sajalah kau!
Kurang
lebih seminggu setelah itu. Saya melihatnya gontai. Saya tanya kenapa; jawabnya
: Gue diputusin kemarin, zir!
Dia
pacaran sama cewek lain. Glek! !!!!
Temanku itu duduk
sejurus dengan kursiku.
Bajunya
Full Pressed Body dan saat dia membungkuk maka aku bisa
membayangkan
bagaimana perasaan sebagian besar kaum adam yang tadi duduk dibelakangnya.
Kebetulan
aku ada acara setelah kuliah maka aku tetap disana. Setelah ruangan agak sepi ,
pacarnya datang , basabasi sebentar dengan beberapa teman, lalu dia menghampiri
temanku (cewek) . Disorongkannya tubuhnya ke depan pacarnya sambil memainkan
anak rambut temanku.
Setelah
itu mereka berangkulan sambil berlagak sok romantisromantisan.
Udah
lama nunggunya ? gitu kata pacarnya.
Aduh!
Mereka bebenah Berangkulan, melirikku sebentar , lalu melenggang. Ini di
kampus! Bukan di kafe atau di diskotik !
Zir, temen saya, itu
pacaran sama temanmu, lho! Untung.. aku ga’ gitu kenal sama itu cowok meski tau
orangnya. Bla! Bla! Ujung-ujungnya si budhe ini khawatir karena pacar anaknya
itu sepertinya menjauhi anaknya. He..he..
Si
Budhe ini khawatir kalau-kalau mereka tuh nggak jadi nikah. Atau calon mantunya
itu punya pacar lain. Gelagatnya
itu
lho, zir kata si Budheitu lagi. Hmm….lanjutnya, “Gimana ya, zir, lha wong kalau nggak boleh pacaran katanya
orang tua kuno, kalau pacaran kokkaya’ gini.
Saya
kan sebagai
pihak perempuan khawatir,malu tho kalau
nggak jadi nikah ” ……
Kaya’
gitu deh kebanyakan ortu sekarang… kebo
nyusugudhel kata orang Jawa.
Ortu
nurutin maunya anak! Nggak berdaya!
Gue pacaran sama dia
udah empat tahun. Kita awalnya cuman temenan kok. Tapi ya, gitulah gue depend on samadia akhirnya.
Sebenarnya kita komitmen cuman sebatasdeep kiss aja, tapi lama-lama ga’ betah
juga.
Apalagi
kitasering barengan. Trus kita lanjut ke petting dan seterusnya.ga’ ada yang
coba ngingetin komitmen itu diantara kami. Aku pikir , kita sama suka kok!
Resiko bisa ditanggung bareng.
kka ,Nazir gimana sih biar kita bisa jaga diri? Habis ,-
sebenarnya- aku malu lho Mbak. Aku tuh udah pernah Kecanduan waktu SMA.
Sekarang aku mau balik jadi anak baik-baik susah karena pacarku juga ngerti
kalu aku pernah make’ .
Swear deh mBak aku pengen jadi lebih bisa nahan nafsu. Yang lebih bikin malu,
aku sering diejek sama mantan pacarku itu didepan temen-temennya: Ini nih udah
pengalaman fly dan yang lain….ha..ha..! Kok dia tega ya, kak! Aku nggak tahan
lho, kak!
Alah.. menurut gue ,sih
pacaran asal nggak macem-macem boleh aja. Emang mau tau-tau nikah ? kaya’ jaman
kuno aja.
Cewek agresif tuh lebih
asyik buat temenan. Tapi kalau buat pacaran sih.. nggak terlalu asyik karena
mereka pemberontak, biasanya asyik tuh pacaran sama cewek
yang
kalem, nurutan, nggak macem-macem, tapi kalau pacaran sama cewek telmi males
juga .
Cewek agressif tuh, asyik buat kongkow, gaul,
tapi kalau emang selera ya..
jadiin
aja pacar. (komentar, JP, Deteksi: cewek Agre Vs Cewek kalem, pilih mana?)
Perilaku seks kaum muda
metropolis jakarta, Surabaya,
dan juga kota-kota semacam Jogja, bandung
mengkhawatirkan. Bukan hanya di Jakarta
Undercover, tapidi Surabaya
hal-hal seperti layanan-layanan seks bebas, tarian-tarian erotis, sudah
dikonsumsi oleh banyak eksekutif muda…. (JP, 2003)
Komunitas Lesbian
semestinya tidak dikucilkan. Kami mencoba berjuang untuk mempertahankan
eksistensi kami (kaum Lesbian) lewat situs-situs semacam ini (suaraSrikandi)
kami sering lakukan hal-hal yang positif bersamasama.
Mungkin
beda dengan teman-teman Gay yang lebih sering tersorot kehidupan glamournya.
(nn, JP )
……….Dalam setiap
pertemuan-pertemuan anti pornografi, yang sering tidak datang adalah komunitas
non-muslim. Terutama nasrani. Mengapa ? karena mereka pikir, toh yang banyak
jadi korban juga orang-orang muslim, anak-anak muda muslim, kok! Mereka serang
anak-anak muda kita lewat kultur, mereka jadikan remaja-remaja muslim malu
dengan simbol-simbol atau identitas muslim. Inilah startegi mereka lewat food,
fun (kesenangan, gengsi) dan fashion yang membuat para muda-mudi enggan menutup
auratnya.
Sayang
terhadap bahaya ini kita terlelap.Sementara misimisi perusakan aqidah terus
kita nikmati dan menghadang didepan pintu rumah kita lewat budaya , kesenangan,
pergaulan
bebas….( ceramah seorang ustadzah, mantan biarawati)
Udah ngerti kan gimana parahnya ?
itu cuman sekilas komentarkomentar
dan potongan cerita.
Banyak yang menganggap perilaku seks bebas bahkan dengan sejenis itu biasa aja.
Mereka termakan liberalisasi seks yang dibawa ke Indonesia dan negara-negara muslim.
Dan kalau kita cermati semua misi PACARANISASI
dan free-sex diselipkan disemua aspek yang disukai remaja .Seperti yang diulas
dimuka … semua mempengaruhi gaya
remaja kita dalam pacaran dan bergaul dengan lawan jenis. Lewat majalah, film,
VCD, gaya
hidup, permakluman pacaran-nikah beda agama. Semua kecenderungan menjijikkan
dalam urusan gaul bebas dan free sex ini dilakukan kaum remaja tanpa
tanggung-tanggung! Setelah jam
sekolah, nggak cumin
‘buku ini aku pinjam’ kaya’ lagunya Iwan Fals, tapi
sudah meminjam
semuanya dari sang pacar. Sex abis kuliah ngeri lagi! Para
Mahasiswa-mahasiswi
sudah mulai berani memanafaatkan tempat kost
mereka sebagai tempat
memadu kasih sebelum menikah dengan segala
kebebasannya. Dan..
lagi-lagi aktivitas bertajuk PACARAN lah sebagai
terdakwa dalam merusak
kefitrahan naluri manusia yang semestinya terjaga!
@@@@@@@@@
3.Masyarakat
dan Legalitas Pre-marital Sex
jangan
bicara moral sebab masyarakat kita kini hanya
mengenalnya
lewat buku-buku.dan anak-anak muda hanya mengenalnya
lewat
PMP dankini lewat para aktris-dan aktor
Jangan
bertanya mengapa para gadis dan perjaka mengumbar
auratnya
.tapi tanyakan bagaimana para orangtua mereka dahulu
bertatakrama
(aku, dalam sebuah perenungan)
########
Masyarakat
kita tidak lagi memiliki kontrol yang jelas terhadap
pergaulan
remaja. Semua nilai hancur karena gaya
hidup telah terpola
dengan
standar fun, food and fashion; sex, sport and
song . Semua
standar
kehidupan dan perilaku adalah gengsi.
Seks sudah menjadi
komoditi sehari-hari remaja dan orang tua.
Single dan yang sudah
berkeluarga. Ruang-ruang privacy tentang seks
dibuka lebar dengan
alasan pendidikan. Siapa yang untung? Tentunya para
pemodal-pemodal besar.
Industri hiburan dan semua yang biasa menjadikan
masyarakat sebagai
objek mengeruk keuntungan.
Masyarakat kita
melegalkan perilaku seks sebelum menikah
sebagai permakluman
atas perilaku modern. Mungkin tidak bagi orang
perorang dan keluarga
yang faham terhadap Islam , tapi berapa persen ?
hanya sekitar 10 %
dari kaum Muslim yang faham dien . Masyarakat kita
yang lain? Yang dalam
agama dan keyakinan mereka tidak ada larangan
bergaul campur baur,
tidak ada larangan memakai baju terbuka dan
memajang aurat?
Anggota masyarakat yang mendengung-dengungkan
kebebasan masa muda
dan mencekoki remaja dengan serbuan cerita-cerita
khayal dan
memposisikan ajaran Islam dan simbol-simbolnya sebagai hal
yang kuno, ndeso , kumuh dan kampungan di
sinetron-sinetron ? Artis-artis
yang memanfaatkan moment-moment
keagamaan sebagai ajang menebus
perilaku dan
penampilan mesum mereka?
Umat Islam dan
masyarakat pada umumnya dirusak dengan
menggunakan para
manusia badut dan semua saran-saran kebebasan dan
kesenangan. Mirisnya,
badut-badut dan antek musuh Islam itu tak jarang
adalah orang-orang
Islam sendiri. Yang mau menukar dan menggunakan
status muslimnya
dengan materi. Yang malas belajar islam dengan sepenuh
hati sebab ‘takut’
akan kesempitan materi dan “pengekangan’ perilaku .
Mari kita lihat
komentar-komentar beberapa publik figur
dibeberapa tabloid dan
media massa
tentang pre marital sex :
Bagi gue sih
kaya’ gitu biasa aja. Gue kissing sama pacar gue pas usia SMP
cuman
buat pengalaman aja. Nggak sampai deep kiss kok.Baru pas Lulus SMU
gue
berani (HAI, 2000)
Bagi gue sih
asal dilakuin dengan tanggung jawab It’s oke. Keluarga gue sih
demokratis.
Mama gue single parent kan
? jadi deket. Gue udah pernah
ngelakuin
sama pacar gue pre-marital sex. Trus gue bilang ke mama. Mama
cuma
bilang yang penting gue tanggung jawab sama apa yang gue pilih dan gue
lakuin
(HAI, anak artis, desainer)
Gue ngertilah
soal itu .tapi buat ngelakuain enggak deh. Gue pikir kaya’ gitu
tetep
harus after married ( and, WI)
Nikah muda itu banyak resikonya, mendingan
pacaran dulu aja,sampai
siap
secara mental dan fisik. Asal pacarannya sehat dan tidak terlalu
jauh, kan nggak pa-pa…
(seksolog)
Awalnya gue
Cuma dry kiss aja (cium pipi) , trus berlanjut ke wet kiss (cium
bibir)
. Abis gitu , gimana, ya.. aku tuh sering petting sama yayangku, aku
intercourse
penuh pas semester satu. Dosa? Ya, aku pertamanya ngerasa
bersalah.
Pre marital sex itu pengalaman. Jadi.. nikmatin aja!
Bikin jijay aja! Nggak
salah deh kalau para seleb itu banyak yang
bikin para muda “jadi
bebek” ngikutin semua perilaku dan gaya
hidup
mereka. Makanya,
banayk para ABG kecil-kecil sudah pengalaman sunsunan
sama ‘pacarnya’!
Itu tadi
komentar-komentar vulgar dan bikin risih (bagi yang masih risih) . Di
masyarakat kita sex
bebas memang sudah jadi gaya
hidup ! Nikah dini juga
yang penting ‘kan udah nikah
(formalitas) . Yang menggelikan dan mesti jadi
koreksi. Ada kyai kondang yang
dateng di pernikahan mantan artis cilik yang
married by accident.
Paling-paling dan lagi-lagi jawabannya , kan
mereka
sudah mengakui
perbuatannya, mereka kan
nggak harus dikucilkan. Dan
yang salah kaprah
semacam itu terus di blow-up media. Aturan Islam ?
Ngaak ada! Nggak usah
deh mikir jauh-jauh kesana. Kemanusiaan aja lah.
Legalitas sex
pra-marital memang didengung-dengungkan
termasuk yang memacari
cewek beda agama dikampus dan di sekolahsekolah.
Toleransi katanya. Ini
kan cuman
masalah hati kata yang lain.
Sayang, masyarakat
Islam terlalu lengah dan terlalu “ramah” untuk menerima
banyak strategi
penjebolan dan pengikisan aqidah termasuk lewat jalan ini!
Well!!! Masih ada yang
mesti kamu ketahui, Sobat. Jangankan
pacaran beda agama,
yang agamanya sama aja ga’ boleh! Kita akan bahas
banyak hal dibagian
selanjutnya ! Yang penting kalau yang serius kaya’ gini
belum bikin kamu
mandeg dari aktivitas rawan z I n a kaya’ pacaran,
sepertinya kalian
mesti simak alasan ringan tapi masuk akal yang Insya
Allah bikin kita
menertawakan aktivitas ini . Ok ?!!
@@@@@@@
Bagian III
MENERTAWAKAN PACARAN
1.
Kenapa siih, Milih pacaran ????
2.
Pacaran; Ga’ Jelas Definisinya
3
.Pacaran; ga’ Jelas Ikatannya
4.
Makin Mengenal , Emang Iya ?
5.
Apa disebaliknya ?
6.
Pacaran: Cukupkah Bertanggungjawab Aktivitas ini ?
7.
Oiiiiiiii!!! Ternyata CINTA tuh Ga’ Abadi !
8.
HATI-HATI Kecanduan CINTA
9.
VIRGINITAS, Taruhan Berharga Masa Pacaran!
10.
Cuma Sekedar “pacar “? Kesiaaan deh Lu!
11.
PACARAN ?? KUNO!!!!!
12. PACARAN
?? Ya…. PA kai CARA Nikah !
13.
PACARAN BEDA AGAMA ? AKTIVITAS DOUBLE ZINA!
Be
careful! (Especially You, Girls !)
14.
Mengapa ‘Jangan Mendekati Zina’? Larangan Pacaran dalam
Islam
Memang Nggak Ada!
Tapi……..
15.
MARI MENERTAWAKAN PACARAN !
BAB
III
1. Kenapa
sih, milih pacaran ???
Bab ini memang bikin
kamu gregetan kali ya.. (apalagi yang lagi
getol-getolnya pacaran
) Apalagi yang termasuk kategori temperamen tinggi ,
pasti tersinggung.
Abis gimana , wong judulnya aja bikin kalian tersipu-sipu.
Atau malah naik pitam
?!
Memang yang bikin buku
ini pasti terlanjur bikin kalian panas kuping, nyengir kuda trus ngeluarin
semua geraham, gigi susu plus gigi taring. (bagi yang kesindir, sekali lagi :
ANDA BERUNTUNG ). Jadi ? terusin aja sekalian bacanya !
Kalau dipikir-pikir,
kenapa ya, orang pada milih pacaran? Menurut
hasil survey dan
pengamatan perilakau (he..he..) ternyata emang ga’ bisa
lepas itu budaya dari
kaum muda kita yang paling demen sama yang
namanya
nyerempet-nyerempet bahaya. Tantangan, lagiiii! (gitu katanya)
Pertama,
katanya yang pada
pacaran tuh pertanda kalo dia udah
“gedhe” Eleuh-eleuh!
Tapi bener juga sih. Kalo diamati emang pacaran tuh
bikin kalian ngerasa
sudah fahaaaam banget apa itu hidup. Ceile! Atau …
sebenarnya cuma sok faham
?
Pernah denger ‘kan selentang-selenting
disekitar kita apalagi yang
pada mabok kepayang
sama budaya sono , sweet seventeen ....! Katanya,
kalo umur kita tujuh
belas tahun keatas tuh sudah boleh mau ngapa-ngapain
juga. Mau nonton
filem-filem yang bikin ehm juga boleh, mau dugem sampai
malem juga boleh, kalo
ditegur ortu ?? jawabnya pasti kaya di sinetronsinetron
ABG itu, yang bisa
kalian pantengin di Prime time, diwaktu-waktu
yang kudunya kita
belajar. Gini jawabnya, “kita kan bukan anak kecil lagi!”
Nah lo!
Nah , pas sweet
seventeen itu, katanya kita sudah boleh punya
“gandengan” (emangnya
truk). Ortu kita kebanyakan sama memberi lampu
hijau. Malah, kayaknya
wagu kalau kita ga’ ada yang “nembak” pas masih
ABG. Masa muda kurang
bahagia ? ha..ha... emang iiya ?
Emang sih, nggak salah
, kaum muda kita udah semakin cepet
dewasa. Pertumbuhan
hormonal kita sudah semakin cepat. Itu juga gara-gara
konsumsi kita ke
hal-hal yang dulunya dianggap tabu sekarang mah ayo’
aja!
Kalian yang sudah
dewasa secara fisik (ngerti doong maksudnya)
kaya’nya selalu
cenderung buat mencari perhatian yaa , sama LJ ( lawan jeniz). Makanya kalian
jadi super pede gitu! Apalagi buat yang pada
menganut aliran bahwa
pacaran adalah salah satu agenda wajib masa muda!
Wah pasti ga’ mau kalah
berkompetisi cari gebetan paling keren. Alahalah....!
Emang salah kaprah.
Kalian selalu mencari-cari alasan buat pacaran
ya.. ini salah satunya
; kan udah
gedhe.
Gedhe fisik iya ! tapi tanggung
jawabnya ? Huh!
Kedua, nyari hiburan. Glek!
Bener kok. Nggak ‘ caya? Orangorang
yang dirumahnya udah
diliputi kasih sayang ortu, hangat sama adek
kakak, pasti deh
prosentase keinginan buat pacarannya lebih kecil dari pada
(sori) yang broken
home,
ortunya jarang dirumah, nggak asyik sama adek,
kakak, kakek nenek, pembantu
(he..he.. semua bala kurawa keluarga lah
pokoknya)
Alhasil, mereka yang
kurang beruntung dikeluarganya nyari
hiburan ya, diluaran.
Apalagi usia-usia ABG biasanya lebih kuat tarikan ke
lingkungan teman
sebaya. Lha apalagi kalau semua temen sebayanya doyan
pacaran ? kena doong!
Kalian yang pada
pacaran, kebanyakan dari kalian pasti paling
demen curhat sama yayang mu kan ? (hayo ngaku!)
Seolah dunia milik
kalian berdua. Gubrak!
(yang lain ngontrak). Trus, kalian lebih banyak
seneng-senengnya ‘kan ? ngaku aja! Lha
wong kalian (kalau masuk kategori
yang kedua ini) kan niat pacarannya nyari
seneng,
makanya kalian juga pasti
maunya dapat yang
senang-senang. Rugi doong kalo pacar kamu malah
bikin stres. Makanya,
kalian nyari-nyari cara paling romantis , runtang-runtung
kaya’ truk gandeng,
mojok, nggak perduli semua orang pada jijay ngeliat
prilaku kalian....
Tapi, liat aja kalau
pacar kamu yang ngedapetinnya kadang
sampai ngabisin kocek
itu salah dikiiit aja, pasti kalian pada meletup-letup
kaya’ meriam. Maklum,
dua-duanya masih pada pengen menang sendiri.
Setelah itu baikan
lagi Wha..ha..ha... kaya’ anak kecil ‘kan
? Maklum lah
apalagi kalau
dua-duanya juga punya ‘orientasi’ sama diatas: sumpek
dirumah cari diluaran.
Praktis, ga’ mau kalah. Atau juga kalau kalian
sebenarnya punya
ambisi yang beda, ya wis
! jadi perang terus!
Alaaah udah lah
pokoknya yang pacarannya nyari senengseneng
juga nggak selamanya
dapet seneng, apalagi kalau senengsenengnya
kelewatan sampai
horor!
Ketiga.yang ini alasannya
dibilang agak “ logis” katanya pacaran
tuh buat ‘penyemangat”
belajar lah, katalisator jadi lebih baik lah, suporter . Ih
yang benar saja ! Apa
iya pacaran bikin semangat belajar ? (emang energi
drink?) Tapi emang ini
yang paling sering di akui secara jama’ sama temen-Temen kita. Gimana enggak? yang biasanya lelet , males bin suntuk
sama
yang namanya ruang
kelas, sekolah dan semacamnya tiba-tiba jadi bener-bener ekstra joooos! Rajin skul, catetan rapih Brubaaah!
kaya’ ksatria baja
hitam.
Alasannya ? ya pasti
buat ehm ... jaim (jaga image) sama si pencuri hati .Walah!
Jangan dikira yang
pacaran tuh cuma temen-temen yang umum,
anak-anak yang pada
ngaku-ngaku aktivis masjid, Rohis, LDK juga banyak
yang nyuri-nyuri
kesempatan pakai begaya berpacaran “islami” segala. Jadi
getol kemasjid, ikut
kajian ternyata lagi mantengin sang Idol Boy atawa Idol
Girl. HHhh... payah ,deh!
kalau aktivisnya aja masih kaya’ begini. Ketawain
yUUUUUUk!
Sekali lagi, emang
bener pacaran bikin semangat belajar dan semacamnya? Kaya’nya ini alasan yang
tidak terlalu benar . Lebih banyak nggak benarnya gitu! Apa iya orang bisa
konsen belajar wong tiap detik begitu berharga untuk dilewatkan tanpa mantengin wajah
kekasihnya?
Apalagi yang sesumbar
makan ga’ enak, tidur ga’ nyenyak lah apalagi belajar!
He..he.. (yang nulis
tega banget ,yaa! ) Biarin.
Praktis semua
pelajaran hafal diluar kepala alias menguap.
Ssssst lagian,
orang-orang yang jatuh cinta tuh menurut penelitian, ngeluarin
hormon yang bikin
bodho . Maksudnya hormon itu sama dengan hormon
yang mempengaruhi
orang yang lagi fly akibat nge-drug. Makanya otak
kirinya ga’ kerja. ‘caya
ga’ ‘caya
buktiin aja (eh jangan buktiin dengan pacaran
apalagi sambil nge-drug. Ingat mereka dua
sejoli ! ).Gitu kok bikin alasan
pembenar bahwa pacaran
atau hubungan nggak syar’i sebelum halal
(baca:nikah) ini bikin orang semangat belajar.
Huh bohong banget tuuuh!
Kalaupun ada orang
yang tetap pintar dan jadi primadona kelas
mesti sudah jungkir
balik pacaran, itu juga karena memang sudah dari
sononya dia pinter.
Lagian, banyak juga kok para muda yang bilang kalau
aktivitas yang satu
ini (pacaran) bener-bener buang waktu, tenaga dan....duit !
he..he...banyak yang
malah jeblok karena pacaran . ‘BETTul nggak?
Kalaupun ada yang
sekolah, kuliah, belajar disambi pacaran (atau malah pacaran disambi belajar?)
dan tetap pintar, ini bukan alasan pemaaf
apalagi pembenar untuk
melakukan aktivitas ini. Yang jelas kalaupun ada
yang pada punya pacar
trus jadi tambah alim, tambah pinter, tambah yang
baik-baik justru
kaya’nya perlu dipertanyakan lagi. Perubahan pada diri kita itu
karena apa?
Kalau jadi lebih
rajin, lebih sholeh-sholihah, lebih pinter, lebih rajin
dateng kajian karena
ada makhluk yang kita jadikan pujaan. Aduuh sayang
sekalleee!! Sudah
belum tentu dapet respon dari para malaikat (karena ga’
ikhlas), trus kalau
makhluk yang kalian cari perhatiannya itu ternyata biasa
aja, pasti kalian
akhirnya dongkol, sebel, ujung-ujungnya mogok ngelakuin
hal-hal baik tadi.Kesimpulannya?
RIYA’... syirik kecil! Hati-hati sebab berarti
kita sudah terjebak
pada pemujaan selain Allah.
Sesungguhnya
segala sesuatu tergantung pada
niatnya.maka,
barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan
Rasul-Nya
maka hijrahnya karena Allah dan Rosul-Nya dan
barang
siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin
diraihnya
atau wanita yang ingin dinikahinya1 maka
hijrahnya
atas apa
yang dia hijrah padanya ( H.R. Muttafaq ‘Alaih)
Makanya sobat....
kenapa enggak kita telaah lagi (kita ketawain kalo perlu ) semua aktivitas baku syahwat ini, yang
mungkin sekarang kita
lakukan atau baru
ingin kita lakukan
2.Pacaran
: Ga’ jelas Definisinya!
Melakukan sesuatu yang
nggak jelas juntrungnya? Ah, bikin mumet aja. Lha ini dia salah satunya.
Nggak tahu darimana asal
istilah “pacaran” itu pertama kali diperdengarkan dan langsung jadi budaya
dimasyarakat kita.
Kalau pacar air pasti
udah pada ngerti. Ituuu pewarna kuku yang biasa didapat dari menggerus daunnya
atau pakai yang udah jadi bubuk. Trus merah
gitu abis itu lama-lama ilang . he...he..
Mungkin definisi
pacaran ga’ jauh-jauh dari makna filosofis “pacar air” tadi. Yang mewarnai satu
fase hidup kita (fase romantis he..he..)
alu lamalama kalau
hilang atau bosan bisa diganti “pacar” yang baru.
1 kalau
cewek ya... kerena pria yang ingin dinikahi. Termasuk gebetan yang
lagi
disasar he..he...
Menurut yang nulis ini
, pacaran itu pengekspresian perasaan “suka” pada lawan jenis trus
ditindaklanjuti dengan prilaku-prilaku yang dianggap romantis dan kemudian
publik memberikan pengakuan si A pacaran dengan si B. Si A pacarnya si B.
Kalau mau
didefinisikan bahwa pacaran adalah proses awal untuk
saling mengenal
sebelum menuju pernikahan juga ngga’ sepenuhnya benar .
Apalagi kalau kita
hubungkan dengan latar belakang pacarannya
seseorang. Nggak
semuanya yang pacaran untuk menikah kan?
Lihat saja
bagaimana gencarnya
seseorang yang memperjuangkan untuk “memacari”
seseorang ternyata
nggak-serius-serius amat kalau udah jadian.
Hhhhhhhhhhhmmmm.
Pacaran yang nggak
jelas definisinya itu sebenarnya cuma ekspresi
“mentabayunkan” rasa.
I love you. You love me , trus kita JADIAN! Gitu
kan??? Jadi sebenarnya kalau nggak nekat-nekat
banget pengen “pacaran”
juga bisa!!
Malah ada yang bikin
definisi yang menurut penulis buku ini justru
membelokkan tujuan
yang baik. Gini: pacaran pra nikah No! pacaran pasca
Nikah Yes!. Walah
Sudahlah! Pokoknya
yang namanya pacaran tuh hubungan laki-laki
perempuan yang bukan
mahrom dalam sebuah komitmen selain Nikah! Titik.
Supaya simple dan kita
nggak terjebak pada definisi yang mengaburkan.
Sedang setelah menikah
(asal dengan cara yang syar’i) kaya’nya terlalu
“mulia” deh kalau kita
sebut juga dengan “pacaran”. Sepertinya akan lebih
pas apabila mengenal
lebih jau setelah menikah itu kita sebut “ta’aruf kedua”
kali yaaa....
Ketidakjelasan definisi pacaran juga terlihat pada ketidakjelasan
batasannnya.
Apakah dua orang yang
saling suka dan mengungkapkannya sudah
bisa disebut pacaran
atau bahkan yang lebih dari itu masih juga disebut
pacaran? Makanya,
sudahlah.. mendingan kita nggak usah cari-cari
kesempatan untuk ikut
bagian orang-orang yang menyuburkan aktivitas baku
syahwat ini . Abis
nggak jelas gitu! Lagian peluang nggak baiknya lebih
banyak deh daripada
manfaatnya. Gimana?
3.Pacaran
: Ga’ Jelas ikatannya
WHY???
TO BE CONTINUEEEE lagi buntu inspirasiiiii.. hehhehe
Tunggu
3 lagi bulan lagi yyak.. J
Nb :
- Pengalaman Pribadi,
- Abu Al-Ghifari, Remaja dan Cinta, Memahami Gelora Cinta Remaja dan
menyelamatkannya dari berhala cinta, Mujahid press,
2002
- Abu Al-Ghifari, Pernikahan Dini, Dilema Generasi Ekstravaganza,Mujahid press, 2002
